Munculnya ilmu geofisika karena para ilmuwan memerlukan suatu “alat” yang cukup baik untuk mengetahui keadaan geologi bawah permukaan.
The American Geophysical Union membagi ilmu geofisika menjadi 8 (delapan) bagian, yaitu:
- meteorologi, mempelajari tentang keadaan udara;
- hidrogeologi, mempelajari tentang air tanah, baik di permukaan maupun jauh di bawah permukaan.
- seismologi, mempelajari tentang kegempaan serta getaran bawah permukaan lainnya.
- volkanologi, mempelajari tentang gunung berapi serta fenomena yang berkaitan.
- geomagnetisme, mempelajari tentang kemagnetan bumi serta fenomena kelistrikan lainnya.
6. geodesi, mempelajari bentuk dan roman bumi serta medan gravitasi;
- tektonofisik (tektonik geodinamik), mempelajari deformasi batuan, misalnya proses pembentukan pegunungan dan diatrofisme lainnya.
Selain itu, empat bidang ilmu yang kadang dimasukkan pula dalam bidang geofisika yaitu :
- Glasiologi, berkaitan dengan masalah air yang terdapat sebagai es, bidang ini biasanya dipandang sebagai cabang dari hidrologi :
- Geotermometri, berkaitan dengan panas bumi. Geotermometri berhubungan erat dengan volkanologi tetapi lebih luas konsepsinya. Bidang ini mempelajari termperatur terhadap proses kimia dan fisika serta gerakan aliran panas. Ia mencakup sumber-sumber panas bumi, semisal radioaktivitas alam. Volkanologi dapat dipandang sebagai subdivisi dari geotermometri.
- Geokosmogoni, mempelajari asal-usul bumi, dan geokronologi, penanggalan mutlak terhadap kejadian-kejadian dalam sejarah bumi. Dari uraian di atas nampak bahwa lingkup geofisika mencakup bidang studi yang sangat luas dan geofisika eksplorasi hanyalah merupakan sebagian dari pada ilmu geofisika.